Home » Umroh

Umroh

Persiapan dan Tata Cara Ibadah Umroh

1.  Ta’rif / Pengertian Umroh menurut bahasa artinya berkunjung (Ziyaroh), sedangkan menurut syara’ adalah berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) untuk melaksanakan ibadah ihram di Miqat, Thowaf, Sa’i dan bercukur.

2. Fadhilah / Keutamaan Umroh 

  • Umroh bisa melebur dosa. Rasulullah SAW bersabda :“Umroh yang satu ke umroh yang lain (pahalanya) sebagai penghapus dosa antara keduanya, dan haji mabrur tiada balasan baginya melainkan surga” (HR. Muttafaq Alaih)
  • Dilipatgandakannya kebaikan. Sholat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali dibanding sholat dimasjid lainnya kecuali masjidil haram. Dan sholat di masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali dibanding sholat dimasjid lainnya (HR. Ahmad)
  • Jamaah Umroh & Haji adalah Tamu Allah, jika mereka  mohon ampun akan diampuni dosanya dan jika berdoa akan dikabulkan
  • Umroh dibulan Ramadhan  (pahalanya) sebanding  dengan (pahala) Haji atau Haji besama Rasulullah

Jadi jelaslah bagi kita apa yang mesti dilakukan selama di tanah haram ini. Selagi di Mekkah usahakan sholat lima waktu selalu berjamaah di Masjidil Haram. Selebihnya kita bisa slolat sunnah, baca Al-Qur’an juga kita bisa Thawaf. Ini bisa kita lakukan kapanpun kita mau, sehingga selama disana tidak ada kegiatan lain kecuali mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah. Nyaman sekali disana,

3.  Rukun Umroh adalah Amalan yang harus/wajib dikerjakan, dan apabila ditinggalkan maka Umrohnya tidak sah, dan tidak bisa diganti atau ditebus dengan cara membayar dam, puasa, fidyah atau diwakilkan. Adapun rukun-rukun umroh adalah sbb :

  1. Ihrom/Niat
  2. Thawaf
  3. Sa’i
  4. Bercukur/ Tahalul

4. Wajib Umroh adalah amalan yang harus dilaksanakan dan apabila tidak dilaksanakan/ tertinggal dapat diganti dengan dam dan Umrohnya sah. Adapun wajib Umroh adalah : Niat Ihram di Miqat (Batas tempat yang ditentukan pada saat mulai  niat)

5.   Sunnah Umroh adalah suatu amalan yang apabila di kerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mempengaruhi sahnya haji atau Umroh, dan tidak diharuskan membayar dam/denda. Yang termasuk sunnah Umroh adalah :

  • Mandi Ihram
  • Berpakaian warna putih
  • Shalat sunnah sebelum ihram
  • Memakai wewangian sebelum niat Ihram
  • Membaca Talbiyah
  • Shalat Sunnah Thowaf

6.   Kaifiyah / Tata Cara Umroh. Sebelum melaksanakan ibadah umroh, ada beberapa  sunnah yang perlu dilakukan, yaitu ;

  • Nadlofah (Bersih) : Memotong kuku, mencukur kumis & bulu-bulu yang lain, dan merapikan rambut .
  • Ightisal  (Mandi) Dianjurkan Mandi besar, yakni dengan membasahi semua tubuh
  • Tathoyyub (Memakai wewangian dibadan) bagi laki- laki
  • Memakai pakaian ihram
  • Shalat Sunnah Ihram 2 (dua) rakaat.

 

Tata Cara & Urutan Pelaksanaan Ibadah Umroh adalah sbb :

1. Sunat-Sunat Ihram

  • Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki), menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.
  • Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).
  • Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat. Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakain tipis hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking.
  • Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.
  • Bila salat wajib didirikan, kerjakan salat sunat ihram setelahnya, atau boleh menjadikan salat wajib itu penganti salat sunat ihram.

Perhatian

    • Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.
    • Yang bermiqat di Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.
    • Setelah berpakaian ihram, salat sunat dan niat dilakukan di Masjid Bir Ali.

 

2. Niat Ihram di Miqat. Miqat secara harfiah berarti batas yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapazkan niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci. Sewaktu memasuki Tanah Suci itulah semua jama’ah harus berpakaian Ihram dan mengetuk pintu perbatasan yang dijaga oleh penghuni – penghuni surga, yang harus diucapkan talbiyah dan keadaan berpakaian Ihram. Miqat yang dimulai dengan pemakaian pakaian ihram harus dilakukan sebelum melintasi batas – batas yang dimaksud. Adapun miqat/ batas tempat mulai membaca niat telah diwajibkan oleh Rasulullah SAW diantaranya :

  • Dzul Hulaifah (Miqot penduduk Madinah, saat ini disebut Abyar Ali), letaknya 12 km dari Madinah
  • Al-Juhfah (Miqot penduduk Syam, saat ini disebut Rabigh), letaknya 187 km dari Mekah
  • Qornul Manazil (Miqot penduduk Najd, sekarang dinamakan as-Sailul kabir), letaknya di sebuah bukit di sebelah timur 94 km dari Mekah.
  • Yalamlam (Miqot penduduk Yaman dan Asia), letaknya 54 km dari Mekah.
  • Dzatu Irqin (Miqot penduduk Iraq), terletak 94 km ke utara dari Mekah.

Sebuah Miqat berlaku bagi orang-orang yang berdomisili didaerah itu dan lainnya yang dalam perjalanannya di Mekah melalui tempat itu. Bagi penduduk Mekah maka tempat ia mulai Ihram adalah pintu rumahnya.  

 

3. Ihram Umroh adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umroh ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umroh dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melaksanakan umroh sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat. Niat untuk umroh adalah:

Labbaika Allâhuma Umratan

“Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah” 

Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca talbiyah:

Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka

“Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.” 

Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:

Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ muhammad wa ‘alâ Ali muhammad

“Ya Allah limpahkan kesejahteraan dan keselematan kepada Muhammad dan keluarganya.”

Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:

Allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.

Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”

 

Beberapa larangan Ihram:

Larangan Bagi laki-laki :

  • Memakai pakaian biasa (kaos, kemeja atau celana baik dalam/luar),
  • Memakai sepatu yang menutup mata kaki (adapun kalau tidak ada alas kaki selain sepatu, maka diperbolehkan memakai sepatu)
  • Menutupi kepala (seperti topi, kopyah dan sorban).

Larangan Bagi wanita :

  •   Memakai sarung tangan
  •   Menutup muka (memakai cadar  atau masker)

 Larangan Bagi laki-laki dan wanita :

  • Memakai wangi-wangian dibadan atau pakaian (kecuali yang sudah dipakai sebelum niat Ihram)
  • Memotong kuku dan mencukur/mencabut rambut badan.
  • Berburu binatang, baik membunuh maupun menyakitinya.
  • Nikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi.
  • Bercumbu atau menggauli istri.
  • Memotong atau mencabut pepohonan hijau ditanah haram.
  • Memungut barang temuan kecuali untuk diumumkan.

 

4. Masuk ke Masjidil Haram. Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:

Allahumaftah lî abwâba rohmatika

“Ya Allah bukakan bagiku semua pintu RahmatMu.”

Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah. Ketika melihat Kabah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:

Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa mahabatan wa zid man syarrafahu wa karamahu mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa birran

“Ya Allah tambahlah kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kemegahan rumah ini. Tambahkan pula kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kebaikan bagi yang telah menghormati dan memuliakan rumahMu dari orang yang berhaji dan umrah.” (HR. Syafi’i)

Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.

 

5. Memulai Thawaf. Ketika hendak Thawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan thawafdisimpan di pundak sebelah kiri. Thawaf memutari ka’bah dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad. Ditandai dengan lampu hijau, dan sudut yang memiliki gambar seperti kaligrafi di bawahnya. Jangan lupa, antara hajar aswad dan pintu kabah terdapat Multazam, yang merupakan tempat yang mustajabah jika kita memanjatkan doa disana. Perbanyaklah doa saat melewati multazam. Jama’ah haji dan umrah yang hendak berthawaf disunahkan untuk menghadap Hajar Aswad ketika memulai thawaf dan menciumnya apabila memungkinkan. Jika tidak, cukup melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad dan mengucapkan, “Bismilah Allahu Akbar” sebagaimana yang dilakukan Nabi SAW. Ketika raml bacalah doa ini:

Allâhumaj’alhû hajjan mabrûran wa dzanban maghfûran wa sa’yan masykûran

“Ya Allah jadikan aku haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sai yang diampuni.” (HR. Syafi’i).

Perhatian

  • Raml (berjalan cepat) di 3 putaran pertama thawaf hanya disunahkan ketika pertama kali thawaf umrah dalam satu pejalanan. Dan tidak disunahkan pada tawaf sesudahnya. Bila tidak mampu maka berusaha semampunya ber-raml. Bila tidak sanggup juga berjalanlah biasa. Raml hanya disunahkan bagi laki-laki.
  • Idhtiba disunahkan dalam setiap tawaf untuk umrah.
  • Di dalam buku panduan Umroh terdapat Doa-Doa untuk disetiap putaran . Beberapa ulama ada yang mengatakan tidak ada doa khusus dalam setiap putaran Tawaf. Bacalah doa yang dikuasai. Doa dalam Al-Qur’an dan Hadist lebih diutamakan. Jadi kami ambil kesimpulan yang harus Anda lakukan saat Tawaf adalah ber-Doa, silahkan Anda gunakan yang mana saja yang nyaman bagi Anda.

Selesai raml pada 3 putaran pertama mulai mulai berjalan biasa pada empat putaran akhir.  Pada putaran selanjutnya bacalah:

Allâhumaghfir warham wa’fu ‘amma ta’lam wa antal a’azul akrom, Allâhuma robbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabanâr

“Ya Allah rahmati dan ampunilah aku dari dosa yang Engkau ketahui, karena Engkau Maha Besar dan Mulia. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia dan akhirat, bebaskan aku dari api neraka.”

Selama tawaf bacalah dzikir dan doa pilihan anda atau membaca doa ini:

Subhânallahi wal hamdulillâhi wa lâ illâha illallah wallâhu akbar wa lâ haula wa lâ quwwata illa billâhi

“Maha Suci Allah, Segala puji bagiNya dan tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan tidak ada daya upaya kecuali dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)

 

6. Rukun Yamani. Di Rukun Yamani (sudut yang berdampingan dengan Hajar Aswad) isyarah (tangan diarahkan) dengan tangan kanan tanpa mencium tangan sesudahnya. Antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad bacalah doa:

Allâhumma rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr

“Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari api neraka.”

 

7. Shalat di Maqam Ibrahim. Selesai thawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:

Wattakidzû min maqâmi ibrâhîma mushollâ

Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”

Pakaian yang tadinya idhthiba dilepas dan selimutkan ke badan kemudian salat sunnat dua raka’at. Rakaat pertama membaca Fatihah dan alKafirun, rakaat kedua membaca Fatihah dan al-Ikhlas. Sesudah salat bacalah menurut keinginan anda.

Perhatian

  • Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran Tawaf kecuali hanya beberapa doa yang telah disebutkan diatas. Anda boleh membaca doa sendiri atau dengan bahasa yang anda kuasai.
  • Tidak disunahkan mengusap, mencium atau menempelkan benda untuk mengambil berkah karena hal ini tidak diajarkan Nabi saw.
  • Mencium Hajar Aswad adalah sunah sedangkan menghormati sesama Muslim wajib hukumnya, maka jangan mengejar pahala sunah namun berakibat dosa.
  • Jangan paksakan mencium Hajar Aswad bila keadaan penuh sesak. Bila keadaan penuh sesak dan tidak memungkinkan raml, berjalan biasa atau tetap raml semampunya.
  • Jangan paksakan shalat yang berhadapan langsung dengan maqam Ibrahim bila penuh sesak, carilah tempat kosong. Kemudian Istilam (bila memungkinkan) ke arah Hajar Aswad sambil berdoa di Multazam (bila memungkinkan) atau cukup berdoa di tempat anda berada.
  • Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim, maka hindari mengusap, mencium untuk mengharap berkah. Ingat! Jangan rusak ibadah anda dengan perbuatan yang tidak ada tuntunannya.
  • Ketika umrah berikutnya dalam tawaf hanya berjalan biasa tanpa raml maupun idhtiba.

 

8. Minum Air Zam-zam. Sebelum Sai disunahkan minum air Zam-Zam sambil menghadap Kabah. Ketika minum, bernafas 3 kali kemudian sisa air minum diusapkan ke kepala, muka dan dada.

 

9. Sai. Sebelum ke shafa letakan kembali baju ihrom dengan cara idhthiba’ (bagi laki-laki) dan ketika mendekat shafa bacalah: sai-lampu-hijau

Innash-shofâ wal marwata min sya’â-irillâhi, Abda-u bimâ bada Allâh bihi

“Sesungguhanya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar Allah. Aku mulai dengan apa yang dimulai Allah.”

Ketika sampai di Shafa menghadap Kabah dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:

Allahu Akbar 3 x Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîir, Lâ ilâhi illallahu wahdahu, anjaza wa’dahu wa nasharo ’abdahu wahazamal ahzâba wahdahu

“Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagiNya, milik-Nya semua kerajaan dan pujian. Ia yang menghidupkan dan yang mematikan, Ia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah, ditepati janji-Nya, dibela hambaNya dan dikalahkan semua musuh olehNya.”

Bacalah doa ini 3 x kemudian mulai berjalan untuk Sai. Bagi laki-laki ketika berada diantara dua lampu hijau berjalan cepat (raml) sambil membaca:

Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azul akrom, Allâhumma âtina fiddunyâ hasanah wa fil âkhiroti hasanah wa qinâ adzabannâr

“Ya Allah ampuni aku, hapuskan segala dosa yang Engkau ketahui, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Besar. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia akhirat dan selamatkan aku dari api neraka.”

Selesai Raml berjalan biasa lagi hingga di Marwah. Ketika sampai di Mawah menghadap kiblat sambil bertakbir dan berdoa seperti di permulaan Sai. Kemudian mulai berjalan kearah Shafa dan be-raml ketika melewati dua lampu hijau. Sai dilakukan tujuh putaran, antara Shafa dan Marwah dihitung satu putaran dan begitu pula sebaliknya dan sai akan berakhir di Marwah. Jika mulai lelah, jangan khawatir, hampir di setiap sudut perjalanan, ada counter air zam-zam yg bisa dinikmati kapan saja.]

Sunnah-sunnah Sa’i

  • Bagi laki-laki berjalan tanpa alas kaki kecuali karena udzur syar’i
  • Suci dari hadats besar dan kecil. Tidak diwajibkan harus punya wudhu.
  • Memperbanyak bacaan do’a, atau membaca Al Qur’an, Shalawat dan Dzikir-dzikir.
  • Bagi laki-laki disunnahkan melakukan Roml (lari-lari) antara dua mail akhdlar (tanda/pilar hijau).
  • Muwalah, yakni melakukan Sai terus menerus hingga selesai  7  (tujuh) kali, juga disunnahkan muwalah antara Thowaf dan Sa’i.
  • Khusyu’, tenang, dan tidak bercakap-cakap.

 

10. Tahallul.tahalul Selesai Sai kemudian Tahallul dengan menggunting atau mencukur rambut sedangkan bagi wanita hanya mengunting beberapa helai rambut sepanjang ruas jari saja. Ketika mencukur rambut mulailah mencukurnya pada bagian sebelah kanan kepala dan berdoa:

Allâhummaghfir lil muhalliqîna wa lil muqoshirîn

Ya Allah, ampunilah orang yang bercukur dan yang bergunting.”

Mengunting atau memotong rambut boleh dilakukan oleh siapa saja, anak kecil ke orang tua atau sebaliknya, istri kepada suaminya atau sebaliknya. Hendaknya wanita dipotong oleh muhrimnya. Anda menjadi halal kembali dan selesailah umrah anda.

Tahallul dengan mencukur rambut itu pun masih terbagi dua. Pertama, halq (mencukur gundul). Kedua,taqshir (memangkas). Dan, kedua jenis tahallul mencukur rambut ini diperkenankan. Saat Rasulullah Saw mengerjakan haji wada’ dan usai beliau melontar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah, lalu Nabi memanggil tukang cukur untuk mencukur gundul (halq) rambutnya. Para sahabat pun mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah SAW dengan mencukur gundul kepala mereka. Namun, ada beberapa sahabat juga yang hanya memangkas (taqshir) rambutnya.

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, rahmatilah orang yang menggunduli kepalanya (dalam haji).” Sebagian sahabat bertanya, “Bagaimana dengan mereka yang hanya mencukur sebagian rambutnya, ya Rasulallah?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya Allah, rahmatilah orang yang menggunduli kepalanya (dalam haji).” Sebagian sahabat bertanya lagi, “Bagaimana dengan mereka yang hanya mencukur sebagian rambutnya, ya Rasulallah?” Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, rahmatilah orang yang mencukur sebagian rambutnya.” (HR Bukhari)

Maka, dari keterangan hadits di atas yang lebih utama dilakukan oleh seorang jamaah haji maupun umrah saat mereka bertahallul adalah memangkas seluruh rambut atau menggundulnya. Sebab, mereka yang mencuku gundul rambut akan mendapat tiga kali doa Rasulullah SAW dibandingkan mereka yang hanya memangkasnya. Namun, ketentuan ini hany berlaku bagi jamaah haji dan umrah pria, bukan wanita. Bagi wanita hanya diperkenankan mencukur rambut mereka seukuran buku jari saja. Demikianlah sekedar jawaban singkat tentang hukum menggunduli kepala atau mencukur sebagian rambut bagi jamaah haji setelah selesai berihram.

 

11. Tawaf Wada’ Bagi Yang Berumah Bagi yang berumrah selain di bulan haji, ketika akan meninggalkan kota Mekkah disunahkan melakukan Thawaf Wada. Caranya seperti melakukan Thawaf Sunnah. Sunnahnya diakhiri dengan shalat sunnat thawaf setelah 7 kali thawaf. Bagi wanita yang berhalangan (haid, nifas dll) tidak disarankan thawaf wada’ dan cukup berdoa di pintu Masjid al-Haram.

1,823 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: