Home » Artikel » Menghitung Pahala Shalat dengan Angka

Menghitung Pahala Shalat dengan Angka

pahalaTahukah Anda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, “Barang siapa yang membaca al-Qur’an dalam shalat maka untuk setiap hurufnya ia mendapatkan 100 pahala kebaikan, di luar shalat dengan wudhu mendapatkan 25 pahala kebaikan, di luar shalat tanpa wudhu mendapatkan 10 kebaikan”

Seorang muslim yang mendirikan shalat wajib 5 x sehari yang terdiri dari 17 rakaat dan dalam shalatnya membaca al-Fatihah (139 huruf), kemudian membaca surah terpendek yaitu surah al-Kautsar (47 huruf) pada rakaat pertama dan surah al-Ikhlas (47 huruf) pada rakaat kedua, adapun rakaat ketiga dan keempat pada shalat magrib, zuhur asar, dan isya, hanya surah al-Fatihah saja. Kemudian setiap hurufnya dikalikan 100, berdasarkan hadis di atas, maka dapat dihitung dengan rumus matematika sederhana seperti berikut:

r x (HF) + 5 x (HK) + 5 (HI) x 100 = x, di mana r = rakaat, H = huruf. F = al-Fatihah, K = al-Kautsar, I = al-Ikhlas, dan angka 5 = jumlah berapa kali kita membaca HK dan Hi.

Jadi (17 x 139)+(5 x 47)+(5 x 47) x 100 = (2363+235+235) x 100 = 2833 x 100 = 283.300.

Hasil tersebut, jika dikalikan dengan 1 tahun (365 hari) maka didapatkan angka 103.404.500 Jika setiap orang rata-rata berumur 60 tahun saja maka 103.404.500 x 60 = 6.204.270.000. Jika shalat yang didirikan secara berjamaah dengan pahala 27 kali lipat, maka 6.204.270.000 x 27 = 167.515.290.000.

Kemudian, jika shalat tersebut dilakukan dalam Bulan Ramadhan maka 167.515.290.000 x 2 = 335.030.580.000.

Bagaimana jika shalat tersebut dilakukan di depan Ka’bah (Masjidil Haram) meskipun hanya 1 kali. Shalat di masjid al-Haram pahalanya lebih mulia 100.000 kali lipat daripada sahalat yang dilakukan selain di masjid al-Haram.

Dalam Hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik 1000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih baik 100.000 shalat di masjid lainnya. [HR. Ahmad 3/343. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih].

Dalam ibadah umroh biasanya kita akan berada di Mekah selama 4 hari (bahkan lebih), silahkan dihitung selama shalat 4 hari di masjidil Haram sama dengan berapa tahun kita shalat di tanah air. 

Subhanallah, merupakan angka yang sangat fantastis.

Jika Rasul saw mengatakan bahwa shalat di depan Ka’bah lebih baik dari segala isi langit dan bumi, bisa dibandingkan berapa besar diameter bumi, lalu berapa kebaikan yang disiapkan oleh Allah di permukaan dan dalam perut bumi.

Terlepas anggapan bahwa mengapa shalat harus menghitung-hitung pahala. Satu nikmat yang Allah berikan pada kita, misalnya kita bisa melihat, tidak akan mampu ditukar dengan beribadah sepanjang hayat. Memang tidak sepantasnya kita menghitung seberapa besar ibadah dan keshalehan yang telah kita perbuat, jelas tidak ada artinya dibandingkan kenikmatan yang telah diberikan kepada kita. Manusia diciptakan untuk beribadah dan sudah menjadi suatu keharusan.  Bahwa semakin  menikmati ibadah yang kita lalukan  pada akhirnya tujuan kita semata mencari ridha Allah di dunia dan akherat.

Semoga kita semua mendapatkan kesempatan untuk melakukan shalat di Masjidil Haram, karena tidak ada tempat yang terindah dan tempat yang selalu dirindukan selain di sana. Tempat yang penuh barokah dan kenikmatan rohani sampai akhir jaman.

3,461 total views, 0 views today

About Hendry Risjawan

Check Also

Rukun Islam

Rukun (pilar-pilar) Islam Islam di bangun diatas lima rukun Islam. Seseorang tidak akan menjadi muslim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: