Home » Artikel » Kisah Rasulullah SAW » Detik-detik Jelang Wafatnya Rasulullah SAW

Detik-detik Jelang Wafatnya Rasulullah SAW

Segala puji tiada lelahnya dan tiada kenikmatan yang melebihi memuji kesempurnaan Allah swt, yang menciptakan manusia dalam kegelapan yang berlapis-lapis. dari dulu hingga Hari ini jika manusia ingin membangun suatu tempat atau benda maka tidak luput dari penggunaan cahaya untuk menerangi kinerja pembuatan benda tersebut. Bahkan untuk bangunan yang tertinggi dan tercanggih sekalipun tidak mungkin tercipta tanpa adanya cahaya.

Tapi Allah swt menciptakan manusia dan mahluk lainnya tanpa berhajat kepada cahaya. Manusia diciptakan dalam kegelapan rahim tanpa bergesar sedikitpun organ-organ tubuh manusia. Tidak pernah kita temukan manusia terlahir dengan kaki di kepala dan mata di paha ataupun tempat lainnya. semua terletak pada tempatnya. Bahkan organ dalam manusia pun juga tercipta sempurna pada tempatnya. Usus ditempatnya, limpa ditempatnya dan juga semua organ-organ lainnya.

Mahluk Allah seluruhnya berjumlah kurang lebih 18.000 mahluk. anggaplah dalam sehari saja mahluk Allah melahirkan satu mahluk maka 18.000 x 18.000 Allah hanya dalam sehari semalam menciptakan 32.400.000 mahluk.”Dialah Allah yang tiada mengantuk lagi mengurus hambaNya”.

Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita Baginda Rasulullah saw dan ahli keluarga beliau serta para sahabat r.anhum. Rasulullah sebagai penutup risalah kenabiaan, Nabi yang kita cinta walaupun belum pernah kita melihatnya tapi senantiasa kita rasakan kehadirannya dan merindukan perjumpaan dengannya.

Saudaraku seiman yang saya cintai segala sesuatu yang bergerak ataupun yang diam adalah atas izin dan kehendak Allah swt, daun yang jatuhpun atas izin dan kehendak Allah swt, bahkan sebiji pasir yang berada dalam kedalaman lautan yang paling dalam sekalipun bergerak ataupun diamnya atas izin dan kehendak Allah.

Bumi beserta isinya Allah swt hamparkan semata-mata untuk manusia saja, seluruh mahluk diciptakan Allah swt untuk berkhidmat kepada manusia semata selama manusia mau taat akan perintah-perintah Allah swt.

Hari ini manusia diperbudak oleh dunia karena amal-amal Agama sudah tidak diperdulikan lagi oleh manusia, sehingga semua manusia sibuk mengejar dunia yang memang diperuntukkan untuk kita.

Hari ini iman manusia rusak tapi parahnya manusia itu sendiri tidak sadar akan dirinya yang sedang sakit parah.ketika ditanya “Siapa yang memberi rezki?” maka manusia pun menjawab “Allah”..tetapi ketika adzan berkumandang sang pemberi rezki memanggil mulailah akidah kita diuji..”Wah gimana nih?? rezki saya bisa berkurang kalau dagangan ditinggal untuk sholat”.

Maka asbab dari inilah Allah swt tidak henti-hentinya mengutus para anbiya a.s sebanyak kurang lebih 124.000 nabi dan 313 Rasul hingga mengutus kekasihNya Rasulullah saw semata-mata untuk membetulkan iman kita yang rusak.

Setelah berjuang selama 23 tahun Rasulullah saw wafat dan sudah pasti Allah swt tidak akan menghantar nabi lagi, maka Rasulullah memerintahkan para sahabat r.anhum ketika Nabi Haji wada untuk berpencar keseluruh alam untuk sampaikan ini perkara Agama.

Dikisahkan pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku”.

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. syarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia

 

Detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah SAW

Surah AI-Maidah ayat 3 turunkan pada waktu sesudah ashar, yaitu pada hari Jumat di Padang Arafah pada musim haji terakhir [Wada]. Pada saat ayat ini turun, Rasulullah s.a.w. berada di Arafah di atas unta. Setelah itu  Turunlah Malaikat Jibril alaihissalam dan langsung berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah s.w.t.dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Karena itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu denganmu.” 

Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewahyukan kepada malaikat lzrail: “Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut rohnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak izinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku.” 

Sesudah Malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah,  maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badui. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  maka ia pun memberi salam. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar suara orang berseru mengucapkan salam,“Bolehkah aku masuk?” Tanya si tetamu itu, ketika puteri Rasulullah,Fatimah az-zahra membuka pintu.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya.“Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah.

Pintu ditutup dan beliau kembali menemani ayahnya yang sedang berbaring di pembaringan. Kemudian malaikat lzrail mengulangi lagi salamnya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Rasululullah memandang puterinya itu dan bertanya,“Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah ayah,baru sekali ini saya melihatnya.” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap wajah puterinya itu dengan padangan yang menggetarkan.Renungannya cukup sayu seolah-olah bahagian demi bahagian wajah putrinya itu hendak dikenang. Bertanda bahwa beliau akan segera berpisah dengan putri kesayanganya itu.

“Ketahuilah anakku bahwa dialah yang meghapuskan kenikmatan sementara dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikat maut.” Kata-kata Rasulullah menyebabkan Fatimah ditimpa kesedihan yang amat sangat.

Ketika Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar tangisan Fatimah r.a. maka beliau pun berkata: “Janganlah kamu menangis wahai anakku, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu denganku.”

Fatimah-pun tersenyum. Kemudian Rasulullah s.a.w. pun menjemput malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap: “Assalamuaalaikum ya Rasulullah.”

Lalu Rasulullah s.a.w. menjawab: “Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang mengunjungiku atau untuk mencabut rohku?”

Maka berkata malaikat lzrail: “Kedatangan saya adalah untuk mengunjungimu dan untuk mencabut rohmu, itupun kalau anda izinkan, kalau anda tidak izinkan maka aku akan kembali.”

Berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?”

Berkata lzrail: “Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, semua para malaikat sedang memuliakan dia.”  [Malaikat Jibril adalah salah satu malaikat yang memiliki kedudukan paling utama].

”Bolehkah aku minta Jibril untuk turun?”  Kata Rasulullah SAW pada Izrail.

Tidak beberapa saat kemudian Jibril ‘alaihissalam  pun turun dan duduk dekat kepala Rasulullah s.a.w. Melihat kedatangan Jibril, maka Rasulullah pun berkata: “Wahai Jibril, tahukah engkau bahwa ajalku sudah dekat”

Berkata Jibril: “Ya aku memang tahu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bertanya lagi:“Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah Subahanahu Wa Ta’ala.”

Berkata Jibril ‘alahissalam “Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti rohmu dilangit. Semua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan Semua bidadari sudah berhias menanti kehadiran rohmu.”

Berkata Rasulullah s.a.w.: “Alhamdulillah, Namun sesungguhnya, bukan itu yang kutanyakan. wahai Jibril, gembirakanlah aku dengan keadaan umatku pada hari Kiamat nanti.”

Kemudian Jibril berkata lembut menghibur dan menenangkan, “Aku beri engkau kabar gembira bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman, ‘Sesungguhnya, Aku telah mengharamkan surga bagi semua Nabi sebelum engkau memasukinya terlebih dahulu. Allah mengharamkan pula surga itu kepada sekalian umat manusia sebelum umatmu terlebih dahulu memasukinya.”

Maka, menarik napas legalah Rasulullah saw. Beliau bersabda,“Sekarang, barulah senang hatiku dan hilang susahku.”

Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  menoleh kepada Malaikat Maut dan berkata: “Wahai lzrail, dekatlah kamu kepadaku.”

Setelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, ketika roh nya sampai di dada, maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati”

Jibril memalingkan pandangan dari Rasulullah ketika mendengar kata-kata beliau itu. Melihat tingkah laku Jibril tersebut,  maka Rasulullah shalllahu ‘alaihi wasallam pun berkata: “Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?”

Jibril berkata: “Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?” 

Anas bin Malik r.a. berkata: “Ketika roh Rasulullah s.a.w. telah sampai di dada beliau telah bersabda: “Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga shalat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu.”

Ali radhiyallahu anhu berkata: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah s.a.w. berkata: “Umatku, umatku, umatku…” 

Inilah orang yang sangat mulia. Pada saat ajalnya telah menjelang dan diberi kabar gembira tentang kehormatan yang akan diterimanya di langit, justru ia baru akan bisa gembira jika telah mendengar kabar tentang nasib umatnya nanti, betapa besarnya kasih sayang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita.

Ya Allah berikanlah rahmat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, istri-istrinya dan keturunannya sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Maha Agung. 

 

5,674 total views, 0 views today

About Admin

Umrah Quantum Spiritual Qalbu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: